yang namanya anak-anak, paling seneng kalo ketemu ama yang namanya maen
mo maen apa kek terserah
tak hanya anak-anak, orang tua pun terkadang pengin juga maen-maen
ngomong-ngomong soal maen, beberapa waktu lalu adikku yang lagi maen sepeda jatuh
dia jatuh gara-gara menghindari temennya yang lagi mundur-mundur *ngapain juga mundur-mundur?*
akhirnya adikku jatuh
katanya tangannya sakit
meski merasa sakit, tapi cuman diurut aja karena katanya --yang ngurut-- tangan adikku nggak papa
adikku ditanyain juga nggak jelas njawabnya
yah, namanya juga anak kecil...
tapi kemaren setelah dirontgen *bener nggak nih tulisannya?* ternyata tangannya patah
yang patah pergelangan tangan kirinya
pantes aja beberapa hari tangannya masih sakit kalo digerakin
insyaAllah besok mau dioperasi
doain ya pren... moga-moga diberi kelancaran, keselamatan, & cepet sembuh...
cepet sembuh ya Dhek...
semoga Allah melindungimu dan kita semua...
Monday, December 26, 2005
Sunday, November 27, 2005
Winny Oh Winny
Karena udah bebera waktu ga OL, biasanya offline message di Y!M pada setia menunggu sang majikan untuk membukakan pintu. Berangkat ke warnet malem-malem, karena kalo siang ga sempat --dan biasanya malem hari lebih murah--.
Wednesday, November 23, 2005
Ketemu Lagi

Ketemu lagi nih...
Udah lama gak nongol...
Maaf ya semuanya berhubung udah jarang OL, jadi sekarang lebih sering ngumpetnya. Maklum, lagi sibuk... *cieee sok sibuk ;p*
Saatnya untuk memutar gambar hehehe... :D
Saatnya pula untuk membuka hati dan pintu maaf.
Oh iya, berhubung masih di bulan Syawal, ijinkan saya untuk mengucapkan:
Taqabbalallahu minna waminkum
Shiyamana wa shiyamakum
Semoga Allah menerima ibadah dan puasa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang yang bertakwa.
Apabila selama ini saya ada salah, dari sanubari yang paling dalam, mohon maaf lahir dan batin jika ada salah. Dan semoga Allah mengampuni kita semua.
SELAMAT IDUL FITRI
1 SYAWAL 1426 H
Friday, October 07, 2005
tutup dulu

berhubung udah jarang banget OL yang secara otomatis mengakibatkan berkurangnya frekuensi untuk ngurusi blog --termasuk juga blogwalking--. maka dengan ini saya nyatakan untuk istirahat dulu dari dunia perblogan. semoga dipertemukan pada Ramadhan berikutnya *lhoh koq...*
yang jelas saya mau absen ngeblog dulu untuk beberapa waktu.
Friday, September 16, 2005
dari A2C sampe Ramadhan
Udah lama banget gak posting nih... Tadi sore pas mo posting, udah ngetik dapet beberapa kalimat gitu, ee.. tiba-tiba kompinya restart. Ternyata kena Sasser *hiks*, bikin keki ajah. Tapi gak pa pa deng, yang penting khan sekarang udah bisa ;p
Eh, iya... tadi malem ikutan MABIRU di NH. Tema yang diangkat adalah "menuju puncak kemuliaan Ramadhan". Sebagai pembicara Ust. Habiburrahman Elshirazy dari Ma'had Abu Bakar As Shidiq dan Ust. Syihabuddin Al Hafidz dari Ma'had 'Isy Karima yang mengisi acara Qiyamullail dan Muhasabah.
Peserta yang hadir pun lumayan banyak, dalam dan luar masjid pun penuh. Alhamdulillah berangkat lebih awal, jadi bisa pilah-pilih tempat duduk. Duduk di shaf kedua membuat mata ini malu untuk mengantuk, apalagi penyampaiannya menarik lagi. Memperhatikan penjelasan Sang Ustadz yang begitu tawadhu' membuat betah untuk berlama-lama menikmati sajian ilmu gratis itu. Ditambah lagi dengan bahasanya yang --kadang-kadang apa sering ya?-- puitis gitu loh... Spontan aja, banyak yang berkomentar 'wuih bahasanya...'. Tetapi, semua itu nggak mengurangi khidmat dari acara itu.
Beberapa kali beliau mengisahkan pengalaman Ramadhan sewaktu masih menuntut ilmu di bumi Kinanah. Nah, di situ ada sesuatu yang menarik. Ketika bercerita mengenai minuman ringan di sana --kalo nggak salah namanya karikade-- yang udah didinginkan dua hari yang begitu nikmat jika diminum sepulang dari kuliah ada beberapa ikhwah yang terlihat tersenyum --ada juga yang cengengesan, termasuk sayah gitu loh--. Sang Ustadz pun menambahkan bagaimana rasanya suhu udara dengan panas mencapai 41o. 41 derajat!!(weh, jadi kebawa nih) Mendengar ucapan Sang Ustadz, beberapa ikhwah pun tak kuat menahan senyumnya dan menuju pada level selanjutnya yaitu tertawa... hahaha... ups!, meski ada yang cuma mringis. Tetapi ada juga ikhwah yang kebingungan nggak tahu sebab mengapa pada ketawa. Sang Ustadz pun menyampaikannya dengan serius, mungkin dikira pada nggak percaya. Usut punya usut, --seperti dugaanku-- ikhwah yang senyam-senyum dari tadi itu adalah yang udah pada baca novel Ayat Ayat Cinta. Dan setiap pengalaman yang disampaikan, ada saja yang mengait-ngaitkannya (bener nggak nih?) dengan apa yang telah dibaca di novel.
Misalnya, ketika beliau ditanyai --ato ngobrol kali yee-- sama seorang bocah di masjid, 'Ya ammu Andonesy...' temenku bilang... 'wah, ini pasti anaknyanya Paman Eqbal...' Whuahahaha, kontan aja, aku pun tak kuasa menahan tawa... hehehe... :D Kata beliau, pada bulan suci Ramadhan di Mesir merupakan saat-saat terindah, lantunan Kalam Ilahi menggema di seluruh penjuru Mesir, di bus, metro, mahattah, stasiun, masjid (so pastiiii...), de el el. Ramadhan juga merupakan waktu untuk mendapatkan mutiara-mutiara yang telah lama terkubur. Yah, jadi gini. Pas bulan Ramadhan, di masjid-masjid pada mengadakan lomba tahfidz Al Quran yang banyak diikuti oleh anak-anak. Anak-anak di sana menjadikan bulan itu sebagai 'bulan untuk berekspresi'. Menunjukkan kebolehannya dalam menghafal Al Quran. Seperti bocah yang tadi --kalo nggak salah baru umur 10 tahun-- ketika ditanya ternyata sudah hafal 20 Juz. Bayangkan 20 Juz untuk anak seumuran itu. Jadi tidak perlu heran jika Imam Syafi'i hafal Al Quran dalam waktu 7 tahun. Jadi malu aku *pipi merah mode on*, Lha kalo Anda gimana?
Eeeh, jadi panjang nih. Yang jelas kita mesti nyiapin diri buat nyambut bulan suci Ramadhan, bulan penuh ampunan (maghfiroh) dan satu lagi... ingat!! Syahrul intaj... bulan Ramadhan adalah bulan produktif. Banyak kalangan ulama (penulis) yang merampungkan karyanya pada bulan yang mulia itu. Jadi jangan sampe hari-harinya dilalui dengan tidur nyenyak nunggu ifthor --meski boleh, tapi nggak usah bilang kalo tidur lebih baik daripada berbuat maksiat!!--. Itu mah sami mawon, sama aja. Nggak ada bedanya sama bulan lain. Perlu ada peningkatan amal pada bukan itu dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya dan juga peningkatan amal dari apa yang udah dilakukan pada Ramadhan setahun yang lalu.
Eh, iya... tadi malem ikutan MABIRU di NH. Tema yang diangkat adalah "menuju puncak kemuliaan Ramadhan". Sebagai pembicara Ust. Habiburrahman Elshirazy dari Ma'had Abu Bakar As Shidiq dan Ust. Syihabuddin Al Hafidz dari Ma'had 'Isy Karima yang mengisi acara Qiyamullail dan Muhasabah.
Peserta yang hadir pun lumayan banyak, dalam dan luar masjid pun penuh. Alhamdulillah berangkat lebih awal, jadi bisa pilah-pilih tempat duduk. Duduk di shaf kedua membuat mata ini malu untuk mengantuk, apalagi penyampaiannya menarik lagi. Memperhatikan penjelasan Sang Ustadz yang begitu tawadhu' membuat betah untuk berlama-lama menikmati sajian ilmu gratis itu. Ditambah lagi dengan bahasanya yang --kadang-kadang apa sering ya?-- puitis gitu loh... Spontan aja, banyak yang berkomentar 'wuih bahasanya...'. Tetapi, semua itu nggak mengurangi khidmat dari acara itu.
Beberapa kali beliau mengisahkan pengalaman Ramadhan sewaktu masih menuntut ilmu di bumi Kinanah. Nah, di situ ada sesuatu yang menarik. Ketika bercerita mengenai minuman ringan di sana --kalo nggak salah namanya karikade-- yang udah didinginkan dua hari yang begitu nikmat jika diminum sepulang dari kuliah ada beberapa ikhwah yang terlihat tersenyum --ada juga yang cengengesan, termasuk sayah gitu loh--. Sang Ustadz pun menambahkan bagaimana rasanya suhu udara dengan panas mencapai 41o. 41 derajat!!(weh, jadi kebawa nih) Mendengar ucapan Sang Ustadz, beberapa ikhwah pun tak kuat menahan senyumnya dan menuju pada level selanjutnya yaitu tertawa... hahaha... ups!, meski ada yang cuma mringis. Tetapi ada juga ikhwah yang kebingungan nggak tahu sebab mengapa pada ketawa. Sang Ustadz pun menyampaikannya dengan serius, mungkin dikira pada nggak percaya. Usut punya usut, --seperti dugaanku-- ikhwah yang senyam-senyum dari tadi itu adalah yang udah pada baca novel Ayat Ayat Cinta. Dan setiap pengalaman yang disampaikan, ada saja yang mengait-ngaitkannya (bener nggak nih?) dengan apa yang telah dibaca di novel.
Misalnya, ketika beliau ditanyai --ato ngobrol kali yee-- sama seorang bocah di masjid, 'Ya ammu Andonesy...' temenku bilang... 'wah, ini pasti anaknyanya Paman Eqbal...' Whuahahaha, kontan aja, aku pun tak kuasa menahan tawa... hehehe... :D Kata beliau, pada bulan suci Ramadhan di Mesir merupakan saat-saat terindah, lantunan Kalam Ilahi menggema di seluruh penjuru Mesir, di bus, metro, mahattah, stasiun, masjid (so pastiiii...), de el el. Ramadhan juga merupakan waktu untuk mendapatkan mutiara-mutiara yang telah lama terkubur. Yah, jadi gini. Pas bulan Ramadhan, di masjid-masjid pada mengadakan lomba tahfidz Al Quran yang banyak diikuti oleh anak-anak. Anak-anak di sana menjadikan bulan itu sebagai 'bulan untuk berekspresi'. Menunjukkan kebolehannya dalam menghafal Al Quran. Seperti bocah yang tadi --kalo nggak salah baru umur 10 tahun-- ketika ditanya ternyata sudah hafal 20 Juz. Bayangkan 20 Juz untuk anak seumuran itu. Jadi tidak perlu heran jika Imam Syafi'i hafal Al Quran dalam waktu 7 tahun. Jadi malu aku *pipi merah mode on*, Lha kalo Anda gimana?
Eeeh, jadi panjang nih. Yang jelas kita mesti nyiapin diri buat nyambut bulan suci Ramadhan, bulan penuh ampunan (maghfiroh) dan satu lagi... ingat!! Syahrul intaj... bulan Ramadhan adalah bulan produktif. Banyak kalangan ulama (penulis) yang merampungkan karyanya pada bulan yang mulia itu. Jadi jangan sampe hari-harinya dilalui dengan tidur nyenyak nunggu ifthor --meski boleh, tapi nggak usah bilang kalo tidur lebih baik daripada berbuat maksiat!!--. Itu mah sami mawon, sama aja. Nggak ada bedanya sama bulan lain. Perlu ada peningkatan amal pada bukan itu dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya dan juga peningkatan amal dari apa yang udah dilakukan pada Ramadhan setahun yang lalu.
Allahumma bariklana fii rajaba wa sya'bana wa balighna ramadhan. Amin.
Sudah siapkah Anda menyambut Ramadhan? Sudah ada persiapan?
Subscribe to:
Posts (Atom)