Saturday, August 02, 2008

Buat Apa Hayo?

Kalo dapet duit buanyak, kamu mau ngapain?

Orang 0 : buka usaha baru.ang
Orang 1 : beli rumah aah, isinya juga... Ooo duitnya masih cukup, beli mobil sekalian deh. Eeh, investasi juga :D
Orang 2 : buat bayar kuliah & disimpen buat nerusin kuliah lagi
Orang 3 : modal nikah donk
Orang 4 : melancong aah
Orang 5 : bagi-bagiin ke orang yang nggak mampu donk
Orang 6 : mumpung ada duit... hura-hura donk, kesempatan nggak datang 2 kali :p
Orang 7 : belanja deh, belanja... apa aja dibeli biar keliatan tajir gitu, biar orang lain pada ngiler :p

Kalo kamu?



"Kamu tidak akan pernah bisa menarik simpati orang lain dengan harta benda yang kamu miliki, tetapi kamu bisa menarik simpati orang lain dengan wajah ceria (senyum) dan dengan akhlak yang baik.'' (HR Abu Yu'la dan Al-Baihaqi).

Saturday, June 14, 2008

Rundll32 Not Found!!!

Bagi para pengguna Window$, paling jengkel kalau ketemu dengan makhluk -emang makhluk?- yang bernama virus. Lagi asyik-asyiknya ngegame kerja, eee... tiba-tiba muka jadi merah, marah-marah, mouse dibanting, keyboard diinjak-injak, monitor ditendang... *halah* Seperti iklan rokok "Nggak ada virus nggak rame..." :D mungkin memang itulah seninya, seperti jika kita makan sambel khan nggak terasa sambel kalo nggak pedes, meskipun cuma sambel kecap... ya to?

Nah, ini berawal dari usulan -apa permintaan?- seorang teman untuk membuat tulisan-tulisan yang bisa berguna bagi orang lain -serta nusa dan bangsa- daripada yang mana beliau sebagai helpdesk sangat membutuhkan akan hal ini *halah*. Melihat beliaunya yang menyebut dirinya sebagai mantan programmer meskipun sebenernya masih jadi programmer. Ckckckck.... kerja tak jemu-jemu.

Wis langsung aja, pagi tadi kedatangan tamu "rundll32.exe not found" sewaktu menjalankan aplikasi. Control Panel dikunci dan setiap membuka file selalu keluar "Open With". Hmm... mesti browse dan mengarahkan ke lokasi file. Coba scan pake PC Media Antivirus (PCMAV) 1.2 cuman dapet satu. Kalong, virus lokal yang dibuat pake VBscript. Udah di-heal, tapi kasusnya masih sama, masih aja muncul rundll32.exe not found waktu menjalankan aplikasi dan Open With nongol waktu membuka file. Guglang-gugling dapet True Sword. Setelah download rampung, langsung dicopy trus install... Badalah... waktu dijalankan yang keluar si Open With. Coba cari cara lain, akhirnya dapet Windows XP File Association. Nah di situ banyak terdapat file-file registry yang bisa dipake buat me-restore apabila ada masalah pada file-file Win XP. Nah, untuk kasus tadi, cukup gunakan satu aja, EXE File Association Fix. Download trus berhubung filenya masih berekstensi zip, ya di-extract dulu. Kalo udah, jalankan di komputer yang bermasalah tadi. Jreng... jreeeng.... Selamat bekerja kembali... :)

Monday, April 28, 2008

Mohon Maaf

Udah lama banget nih nggak nongol di blog. Keliatan banget kalo males. Kalo dulu dalam sehari bisa 2-3 kali posting, trus turun jadi 2-3 kali posting seminggu. Turun lagi 2-3 kali posting sebulan. Terus ngejar posting sekali dalam sebulan. Hehehe... narsis banget, itu biar di archive-nya ada 'cantholan' tiap bulannya.... :D Lha tapi sekarang, dah berbulan-bulan nggak datang bulan posting.

Hmm... bukannya sok sibuk, tapi emang kayaknya sibuk :P Blogwalking apalagi, mbaca RSS-an aja juga enggak. Dan juga di sini yang bertanda tangan di bawah ini *halah*
saya bermaksud untuk meminta maaf kepada handai taulan yang merasa terdholimi, teraniaya, tersiksa, terluka, tercubit, terjotos, dlsb oleh saya, baik yang saya sengaja maupun tidak. Karena apa? Yah... banyak yang protes karena ketika menelpon saya, tidak saya angkat. SMS juga tidak saya balas. E-mail juga tidak saya balas. *halah sok laris* Saya ingin mengklarifikasi saja, bahwa jika suatu saat ada yang menghubungi lewat telpon, sms, email, dlsb tetapi tidak ada respon maupun balasan dari saya, itu berarti tandanya saya sedang sok sibuk. Ata mungkin penyakit lupa serta malas saya sedang kambuh. Jadi, sekali lagi, dengan ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan harap maklum.

Djakarta, 17-8-1945
Atas nama bangsa Indonesia

Sukarno - Hatta


Halah.... apa meneeeeeh kuwi... Jan ketok nek posting ra mutu, mbladush, ra tau adus...

Wednesday, January 02, 2008

Resolusi

Tulisan ini mungkin yang terakhir saya posting dari kantor. Yah, hari ini terakhir saya masuk kantor. Gajian terakhir :D So, bulan depan sudah tidak ada lagi yang menggaji. Semoga sudah bisa menggaji diri sendiri. Amiin. Perpisahan seperti ini memang terasa gimana gitu. Begitu banyak kenangan yang sangat sayang untuk dilupakan. Namun, seperti halnya pasangan suami-istri yang hendak berpisah, maka berpisah harus dengan baik-baik.

Di tahun baru ini benar-benar ada suasanabaru. Situasi dan kondisi baru. Siap mengubah posisi tangan yang awalnya di bawah naik ke atas. Tangan Di Atas. Dan saya yakin akan banyak sekali tantangan yang selama ini belum pernah saya temui. Tetapi memang itulah resikonya. Resiko dan keputusan yang sudah saya ambil.

Ngomong-ngomong soal tahun baru, banyak orang yang membuat resolusi ataupun rencana di tahun ini. Resolusi? Hehehe... Saya masih tetap menggunakan 1024 x 768 :p
Resolusi Anda?

Thursday, December 06, 2007

Jump Out Of The Box

Pagi ini aku ke Salatiga. Ada urusan kerjaan di STIE AMA. Dalam perjalanan tadi aku duduk bersebelahan dengan seorang penumpang yang hendak pergi ke Cirebon. Namanya Pak Arifin. Mengobrol dengan beliau membuatku menutup Laskar Pelangi yang sengaja aku baca untuk menemani perjalanan. Laskar Pelangi, sebuah novel karya Andrea Hirata yang membuat pembacanya menangis, tersenyum, tertawa, mengernyitkan dahi, dan beragam ekspresi lainnya. Merupakan tetralogi novel yang fenomenal saat ini. Bercerita tentang masa kecil anggota Laskar Pelangi yang dengan berbagai keterbatasannya tak menyurutkan semangat dan bahkan semakin memacu untuk mencapai cita-cita mereka. Sebuah Novel penggugah jiwa juga. Kritik sosial sekaligus hiburan yang mengenyangkan. Membaca lembar demi lembar membuat semakin penasaran dan penasaran. Ada si jenius Lintang, kuli kopra yang dengan begitu semangat menuntut ilmu di sekolah meski harus menempuh perjalanan 80 km setiap harinya. Baginya menuntut ilmu bukan sekedar wajib, melainkan menjadi hiburan pelepas penatnya menjadi kuli kopra. Ada juga si eksentrik Mahar yang nyeni dan tak jarang dilecehkan teman-temannya karena ide-ide gilanya yang terkadang jauh dari nalar. Dan salah satu ide gilanya sempat mengangkat nama sekolah miskinnya pada waktu karnaval 17-an. Mengalahkan sekolah borju favorit yang langganan menjadi juara. Jika ingin mengetahui kisahnya, baca aja sendiri hehehe... :D

Kembali ke pasangan dudukku tadi, sebenarnya ada bus dari Solo ke Cirebon langsung, tetapi sengaja beliau naik bus patas Solo - Semarang dan turun di Semarang. Rencana mau oper bus Patas lagi dari Semarang. Beliau ke Cirebon dalam rangka menemui koleganya. Beliau menjalankan usaha di bidang distribusi jamu yang dimulainya sejak 8 bulan. Seorang TDA rupanya meski beliau sendiri belum tahu istilah itu. Jamunya dikemas dalam botol yang diambilnya dari Banyuwangi. Pernah ada kejadian menarik yang terjadi. Suatu hari beliau pernah kena tilang gara-gara dicurigai membawa minuman keras dalam sebuah operasi miras di daerah dekat Alas Roban. Sudah dijelaskan tetapi polisi tetap tidak mau percaya. Akhirnya beliaupun meminta polisi-polisi untuk mencoba jamunya. Ternyata ada salah satu polisi yang pernah mengkonsumsi jamunya dan dia masih ingat betul rasanya. Langsung saja dia bilang bahwa itu benar-benar jamu. Hehehe...

Akhirnya kebersamaan dalam perjalanan itu pun habis dengan obrolan-obrolan mengenai pekerjaan, bisnis, sedikit menyinggung politik, dan dipadukan dengan sedikit bumbu religi. Banyak pelajaran yang saya peroleh dari beliau untuk mengawali padi ini. Belajar tidak harus formal. Belajar tidak harus mahal. Seperti dalam Laskar Pelangi tadi, keterbatasan tak dapat membendung keinginan untuk belajar dan maju. Keterbatasan adalah peluang. Peluang untuk berpikir kreatif. Jump out of the box. Perjalanan terasa begitu cepat dan bus sudah sampai di Kauman, Salatiga. Saya harus turun. Yah, kembali bekerja...


~ Pagi yang cerah di sebuah warnet di Salatiga sambil menunggu kiriman e-mail.